Singkawang — Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Gelombang III Tahun Anggaran 2025 resmi ditutup melalui upacara militer yang berlangsung khidmat, aman, tertib, dan lancar pada Rabu, 4 Februari 2026.
Upacara penutupan tersebut dipimpin langsung oleh Agus Firman Yusmono, Inspektur Kodam XII/Tanjungpura, yang sekaligus membacakan amanat Pangdam XII/Tanjungpura Novi Rubadi Sugito.
Dalam amanatnya, Pangdam XII/Tanjungpura menyampaikan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya seluruh rangkaian pendidikan dengan baik dan lancar. Pendidikan Pertama Tamtama ditegaskan sebagai tahap awal yang sangat menentukan dalam membentuk jati diri seorang prajurit TNI Angkatan Darat.
Pendidikan ini menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia TNI AD yang profesional, militan, disiplin, dan berkarakter, melalui proses pembinaan yang terencana, terukur, serta berkesinambungan. Selama masa pendidikan, para siswa ditempa tidak hanya secara fisik, tetapi juga mental, akademik, serta kepribadian sebagai calon prajurit.
Pangdam juga menegaskan bahwa seleksi calon siswa TNI AD dilaksanakan secara ketat dan objektif, dengan mempertimbangkan berbagai aspek penilaian, meliputi kesehatan, kesamaptaan jasmani, kemampuan akademik, kepribadian, serta evaluasi kinerja individu. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan oleh Kotama dan Balakpus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai salah satu Kotama jajaran TNI AD, Kodam XII/Tanjungpura terus menindaklanjuti kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat dengan menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas, guna membentuk prajurit Tamtama Infanteri yang handal, siap tugas, serta siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pengambilan sumpah prajurit merupakan bentuk pengakuan resmi negara terhadap siswa yang telah lulus dan sah menjadi bagian dari TNI Angkatan Darat. Oleh karena itu, nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI harus senantiasa dijadikan pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, guna mewujudkan prajurit yang tanggap, tanggon, dan trengginas sesuai Tri Pola Dasar Pendidikan.
Pada Dikmata Infanteri Gelombang III TA 2025 ini, sebanyak 519 prajurit dinyatakan lulus setelah menempuh pendidikan selama 8 minggu, terhitung sejak 11 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, diumumkan pula lulusan terbaik, yaitu:
🥇 Peringkat I: Prajurit Dua Abing – Kabupaten Bengkayang (putra asli Suku Dayak)
🥈 Peringkat II: Prajurit Dua Agus Hendi Pastu Nazar – Kabupaten Sanggau
🥉 Peringkat III: Prajurit Dua Sandi Yudha – Kota Pontianak
Mengakhiri amanatnya, Brigjen TNI Agus Firman Yusmono menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamat kepada seluruh prajurit yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Ia juga mengapresiasi Danrindam XII/Tanjungpura beserta seluruh staf, instruktur, dan pelatih atas dedikasi serta kerja keras dalam menyelenggarakan pendidikan, sehingga mampu mencetak prajurit Tamtama Infanteri yang siap menghadapi tantangan tugas ke depan.
Dorongan bagi Putra-Putri Kalimantan Barat
Keberhasilan ratusan prajurit muda ini menjadi bukti nyata bahwa peluang untuk menjadi bagian dari TNI terbuka luas bagi putra-putri daerah, termasuk dari Kalimantan Barat. Namun, capaian tersebut hanya dapat diraih melalui persiapan yang matang, disiplin, dan terarah sejak dini.
Putra-putri Kalimantan Barat yang bercita-cita mengabdi melalui jalur TNI diharapkan mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik dari sisi fisik, akademik, mental, maupun kepribadian. Dengan persiapan yang konsisten dan berkelanjutan, peluang untuk lolos seleksi dan menjadi prajurit TNI yang profesional serta berintegritas akan semakin besar.
Sumber:
Informasi kegiatan ini dihimpun dari publikasi resmi Instagram Resimen Induk Kodam XII/Tanjungpura (@rindamxiitpr).
Foto:
Dokumentasi Resimen Induk Kodam XII/Tanjungpura / Instagram @rindamxiitpr
